edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Setempel Batu Giok Kuno

Jumat, 13 Januari 2017

Saya Hanya Bisa Memfoto
  
Setempel batu giok yang diduga oleh penemunya dan dukun dan beberapa pedagang antikan  adalah benda bersejarah yang  berasal pada jaman Singosari mungkin juga jaman Kediri. Saya sempat berfikir tentang cerita sejarah Kerajaan Singgosari berhubungan dengan Pasukan Mongol dan Kediri, adalah sebagai berikut :


      "Pada saat Singoshari berhasil membangun sebuah kestabilan politik dan militer yang menempatkan posisi Singoshari sebagai kerajaan yang cukup disegani di Nusantara. Puncak kejayaan Singoshari terjadi pada masa pemerintahan raja Kertanegara. Wujud kekuatan Singoshari pada kala itu adalah pengiriman sebuah ekspedisi mileter yang dinamakan Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275 ke pulau Andalas dengan tujuan menaklukkan Sriwijaya yang memasuki senja kekuasaannya.
       Sementara itu, didaratan China, cucu Jengis Khan yang bernama Kubilai Khan berhasil membangun sebuah kekuasaan yang ditopang dengan kekuatan militer yang besar dan tangguh setelah menaklukkan kerajaan China yang diperintah oleh dinasti Tang. Kubilai Khan yang menamakan pemerintahannya dengan nama Sung berkeinginan untuk memperluas pengaruh bangsa Mongol setelah menjajah Cina dengan menundukkan kerajaan-kerajaan lain di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur lewat menggunakan kekuatan militer dan politik. Caranya dengan meminta para penguasa lokal untuk mengakui kaisar Mongol sebagai penguasa tunggal dan mengharuskan raja-raja lokal tersebut untuk mengirim upeti (tribute) kepada kaisar Cina. Salah satunya adalah ke Jawa yang kala itu diperintah oleh Raja Kartanagara dari kerajaan Singhasari.         Demi tujuan tersebut diatas, pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirimkan utusannya ke Singoshari. Pengiriman utusan ini telah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Kubilai Khan, namun utusan yang terakhir inilah yang mengalami insidenyang pada akhirnya memicu sebuah konfrontasi terbuka. Utusan itu bernama Meng Chi, datang membawa pesan dari Kubilai Khan supaya Singoshari tunduk dibawah kekuasaannya. Kertanegara merasa tersinggung, lalu mencederai wajah Meng Chi dan meingirimnya pulang ke Cina dengan pesan tegas bahwa ia tidak akan tunduk di bawah kekuasaan raja Mongol. Perlakuan Kartanegara terhadap Meng Chi dianggap sebagai penghinaan kepada Kubilai Khan. Sebagai seorang kaisar yang sangat berkuasa di daratan Asia saat itu, ia merasa terhina dan berniat untuk menghancurkan Jawa yang menurutnya telah mempermalukan bangsa Mongol.
          Pada saat Raja Singgosari bernama Kartanegara mempersiapkan pasukan pamalayu untuk menghadapi serangan dari Kaisar Mongol, kubilai khan. Serangan pasukan mongol ini dimulai dari peristiwa disakitinya utusan Kaisar Mongol yang mengabarkan pada raja Kartanegara untuk tunduk dibawah kekaisaran mongol. Sadar bahwa Kaisar Mongol akan menyerang, raja Kertanegara memperkuat pasukan di daerah sumatera. Penyerangan oleh pasukan mongol pun benar-benar terjadi yaitu pada tahun 1293. Namun sayang, raja Singosari yaitu Kartanegara telah lebih dulu dibunuh oleh raja kediri (kediri telah masuk dalam kekuasaan kerajaan Singosari) yaitu jayakatwang yang juga menantu dari raja Kertanegara.
      Jayakatwang sebagai raja kediri pun menguasai kerajaan Singosari. namun masa pemerintahan jayakatwang pun tidak berlangsung lama, hanya setahun. Setelah setahun kekaisaran mongol menyerang kerajaan kediri yang dipimpim oleh jayakatwang karena mengira jayakatwang adalah raja Kertanegara".


Berhubungan cerita Sejarah diatas dan Foto-foto terpasang dibawah ini, adalah hasil foto saya yang saya ambil pada tahun 2010 di desa Karangpandan kecamatan Pakisaji Kabupate Malang, saat berkunjung kerumah saudara.
Ketika sedang asik ngobrol bersama keluarga, salah satu keluarga yang bernama pak lek Bambang (alm) memanggil saya, "Mas. Agung kepingin tahu stempel batu giok asli, menurut info pemiliknya stempel ini berasal dari cina - jaman Jengis Khan saat menyerang Singosari", sambil mengeluarkan benda didalam tas yang dibungkus kain kantong kecil, waktu di buka langsung bau aroma minyak wangi merasuk kehidung, lalu menunjukkan benda lonjong sambil diangkat.
Stempel batu giok langsung saya pegang dan lihat  ternyata berat juga, batu giok  ini berwarna hijau tua sedikit ada warna kecoklatan, sambil kutimang-timang beratnya saya angkat dan tempelkan ke pipi, hii..... dingin rasanya seperti es, nyes gitu.....

Oh...ya ukuran stempel giok tersebut sebesar gelas air mineral, bentuknya lonjong seperti ubi jalar ukuran besar atau telur angsa dibagi dua. beratnya seingat saya lebih kurang 1 kg, untuk lebih jelas bentuknya bisa dilihat  foto dibawah ini :

Kiri :
Bentuk dari samping seperti setengah telur angsa, yang dililit relief naga timbul.

Kanan  :
tampak gambar relief naga terbang di angkasa, dengan kepala naga siap menerkam  dan kakinya  siap mencengkram mangsa..

Kiri :
Setengah telur angsa disebelah atas tampak kepala naga dengan pahatan 3-D sedang diantara kepalanya ada dua bola api melayang di angkasa.

Kanan  :
Setengah telur angsa disebelah bawah tampak relief berbentuk  lingkaran dengan dipenuhi kaligrafi tulisan Cina, ada warna merah kehitaman seperti bekas lak/malam yang lengket,  

Saya sedikit kagum sambil mendengarkan keterangan  pak lek Bambang (alm) tentang benda stempel cina itu, bahwa ternyata benda itu milik temanya dititipkan disuruh melihat kodam/goibnya, oh ya ..... hampir lupa bahwa pak lek Bambang berprofesi sebagai supranatural yang memilik kemampuan tinggi,  eh.... ternyata stempel giok ini berasal dari desa Wagir yang  mungkin di ambil secara upacara ritual (suguh-goib).

beberapa bulan kemudian saya berkunjung kerumahnya di desa Wagir Malang, kunjungan pertama saya akhirnya mengetahui bahwa pak lek Bambang dirumahnya jualan jamu  seduh yang pelanggannya sampai diluar kota Malang, bau harum kemenyan sempat merasuki hidung saya. 

Akhirnya saya dijamu dengan bercakap-cakap diruang tamu,  kembali saya bertanya dan menyinggung tentang stempel giok Cina. Tapi sayang sudah dibawah temannya dari kota Malang yang berprofesi sebagai "pedagang barang antik" yang katanya mempunyai akses kolektor level nasional. Melanjutkan cerita ternyata stempel batu giok Cina sudah dibawah ke ke kolektor di Jakarta untuk dijual.

Kabar terakhir sebelum pak lek Bambang  sakit dan meninggal, pernah bercerita, bahwa batu giok dari Cina telah laku dibeli orang jakarta seharga Rp. 250,-.selanjut  temannya yang menjual lupa dengan pak lek Bambang bahkan lupa memberi komisi, sambil saya lirik  tampak wajah kecewa. Saya berfikir yang diucapkan 250 ribu itu apa artinya Rp. 25 juta atau Rp. 250 juta - mahal banget.

Walaupun ceritan sejarahnya seperti diatas saya tetap bersyukur karena barang langkah dan sulit ditemukan, tapi saya masih sempat memegang dan memfoto untuk mendokumentasikan.


he..he...
itu tadi cerita pengalaman saya tentang barang antik mungkin juga bersejarah., yang ditemukan di kecamatan Wagir - Kabupaten Malang.