edisi kusus

edisi kusus
Klik gambar... untuk melihat cerita, silsilah, foto keluarga Darmoredjo

Ditemukan Candi baru



Sejarah daerah Malang Berubah


Prakata
Perkembangan sejarah Nusantara mulai jaman prasejara sampai dengan jaman kemerdekaan, dilanjutkan jaman orde lama, jaman orde baru dan jaman reformasi sekarang ini, beberapa pengamat budayawan dan sejarahwan berpendapat, bahwa semakin bertambah tahun semakin sedikit dan berkurang berkembang materi sejarahnya. 

Karena sejarah dianggap sebagai ilmu yang kurang penting untuk dipelajari karena sejarah hanya dianggap sebagai pengalaman kejadian-kejadian yang telah lalu semenit. Sehingga banyak dari kejadian-kejadian hanya mengandung cerita masa lalu yang ada dan hilang begitu saja tanpa ada perubahan budaya yang lebih baik dan diulangi kesalahan yang sama.
contoh :
pengalaman buruk dari jaman kerajaan terdahulu, hancurnya kerajaan-kerajaan besar dikarenakan politik egosentris, monopoli, korupsi, pajak yang mencekik rakyat dan materialistis (yang digambarkan seperti pimimpin buto/raksasa dalam legenda).

Sebenarnya apa yang terjadi pada masyarakat kita saat itu…?
Apakah kita tidak perlu lagi belajar dari sejarah masa lalu…?
Apa yang sebenarnya mereka pikirkan tentang adanya sejarah “keberadaban” masa lalu..?

Dari Jawaban diatas kita sepakat bahwa sejarah itu penting, karena sejarah  bisa memperkuat bahan individu, bahan daerah, bahan suku dan bahan bangsa untuk mengetahui Jati Dirinya, sebelum mengenal budaya bangsa lain.
Maka sejarah kehidupan bisa menjadi subjek (mempelajari) pentingnya dari ilmu sejarah, juga kita manusia menjadi objek dari ilmu sejarah (dipelajari).

Ditemukan Candi baru

Penulis dalam kegiatan penelitian tentang sejarah ibu kota Kabupten Malang di Kepanjen, yang sudah berlangsung hampir 10 tahun, kini hampir menemukan hasilnya, yaitu berupa :


 “perkiraan diketemukan Candi Baru peninggalan dari masa Hindu/budha di wilayah Kecamatan Kepanjen, yang masih tertimbun tanah”.

Penulis sudah melakukan konfirmasi tentang kebenaran informasi tersebut, kepada 3 narasumber, dari saksi mata mengatakan “90 persen candi itu ada”. Karena tidak adanya masyarakat lokal yang mengetahui keberadaan dari candi tersebut, tentunya kami mengalami kesulitan untuk bisa meyakinkan kepihak berwenang.

Peneliti mencoba memberikan data-data yang bisa dianggap mendukung tentang keberadaan candi tersebut antara lain :
1.    “Penggalian candi ini sudah pernah dilakukan oleh segelintir orang pada tahun 1960-an, tetapi tidak pernah diperhatikan oleh pihak yang berwenang, akhirnya galian candi tersebut ditimbun kembali dengan tanah liat, hanya arca yang sengaja diambil berbentuk seperti joko dolog (patung gundul) dan dijual ke warga Cina bernama Ji-Zeng yang tinggal di kota Kepanjen (sekarang sudah meninggal)”, kata Mbah Hari yang sudah berusia lebih 70 tahun. Pada saat itu Mbah Hari yang masih kecil sempat melihat adanya penggalian candi.
2.   “Penggalian candi ini sudah pernah dilakukan sebelum belum ada peristiwa PKI yang akhirnya ditimbun tanah kembali, tentang batu-batu yang digali, saya melihat berupa batu besar, yang sebagian berserakan dan sebagian dikembalikan lagi, kemungkinan kalau dicari masih ada, tentang patung dia melihat setinggi 80 cm dan dijual ke orang cina”, kata Mbah Ri yang sekarang berusia lebih 80 dari tahunan.
3.    “Pernah ditemukan batu-batuan didalam Gua, berbentu tempat duduk dan berbentuk meja, yang akhirnya ditutup lagi”, cerita mbah Ri yang pernah masuk kedalam gua.
4.    “Disekitar candi dengan radius 1 km, pernah ditemukan satu peti mas dan permata oleh penduduk sekitar. Oleh penemu tadi dijual kepasar besar Kepanjen, dan kemudian dibeli oleh orang Kepanjen, pembelinya sempat menjadi orang terkaya di Kepanjen sampai mampu memiliki Gedung Biskop, peristiwa ini diperkirakan tahun 1970 an”, Cerita bapak Sumardi (Alm).
5.    Cerita Mbah Hari dan Mbah Ri, “bahwa pernah dutemukan satu peti mas, setelah terjual beberapa saat sipenjual meninggal dan keturunannya menjadi gila.  Dipekarangan rumah penduduk sekitar telah menemukan tembikar, alat-alat masak jaman dulu.
Peneliti juga melakukan peninjauan kelokasi untuk menafsirkan keterangan dari narasumber dan mendapat kesimpulan, bahwa daerah tersebut adalah perkampungan tua yang masih ada terlihat beberapa bangunan rumah lama.
Kegiatan peneliti bertujuan ingin mengetahui “peradaban lama di kepanjen” yang hasilnya memang secara tidak langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tetapi hanya sebagai basic research” atau “pure research untuk membuka bukti tentang adanya sejarah di Kepanjen Malang dan untuk memperkuat karya tulis di :
1.    Blog bernama http://www.agungkepanjen.blogspot.com
2.    Karya tulis berupa buku cerita legenda sejarah di Malang Selatan

Karya diatas merupakan pemecahan terhadap permasalahan yang berkembang. Secara lebih rinci dari kebenaran cerita, yang bersumber dari :
  • Lisan : pristiwa masa lampau yang dialami manusia
  • Ditemukan relik atau peninggalan-peninggalan masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia seperti : bangunan, reruntuhan, mata uang, pecahan kuali, naskah, buku, potret, sisa arkeologis dan sumber yang berupa warisan bangunan kompleks makam.
Karena peninggalan peradapan tersebut adalah aset besar milik negara yang merupakan harga yang tak ternilai dan termasuk cagar budaya yang merupakan kekayaan budaya daerah yang penting Artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah,  ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dalam rangka untuk memajukan kebudayaan daerah yang sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Demi untuk melestarikan cagarbudaya, Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya.

bahwa cagar budaya yang berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya, sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Cagar Budaya

Yang menjadi pertanyaan ialah
Cuma kapan bisa terialisasi……
kalau kita masih memikirkan prioritas politik dan ego ekonomi pribadi maka daerah kita tertinggal dari daerah lain.



Gerakan Moral
Berfikirlah hal yang penting-penting kalau daerahmu ingin jadi daerah penting dan Berfikirlah hal yang besar-besar kalau daerahmu ingin jadi daerah besar.